Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juni 2015

Manfaat Kurma Saat Berbuka

reborneo.com - Dalam menjalankan ibadah bulan Suci Ramadhan tentu tidak terlepas dari namnya buka puasa. Aktifitas yang merupakan pembatalan puasa saat waktu memasuki fajar terbenam. Kita dianjurkan untuk berbuka dengan yang manis terlebih dahulu supaya pencernaan kita tidak langsung kaget dengan makanan berat dan untuk mengganti energi yang hilang selama kita berpuasa.

Membatalkan puasa dengan buah kurma dan berdoa sebelum berbuka puasa adalah tuntunan yang tercantum dalam sebuah hadist. ”Rasulullah akan berbuka puasa dengan buah kurma segar yang telah masak sebelum kemudian melanjutkan dengan sholat. Jika kurma segar tidak tersedia, Beliau akan makan kurma kering. Jika kurma kering juga tidak tersedia, maka Beliau akan meminum air.” Lantas mengapa berbuka puasa harus dengan kurma? Apa alasan medisnya sehingga dunia kedokteran barat juga sangat menyarankannya?


Banyak manfaat fisik yang didapatkan dari berbuka puasa dengan buah kurma salah satunya adalah karena kandungan gula alami yang tinggi dan dapat dengan cepat diserap oleh hati yang kemudian merubahnya menjadi energi yang dibutuhkan tubuh. Umat Islam memerlukan asupan energi yang cepat setelah berpuasa seharian untuk kemudian melakukan shalat maghrib. Dan seperti yang kita ketahui, tubuh juga memerlukan energi untuk dapat mencerna makanan yang masuk ke tubuh. Cara Rasulullah dalam mengkonsumsi yang hanya 3 atau 5 butir kemudian dilanjutkan dengan shalat, dan baru setelahnya melanjutkan dengan makan besar juga sesuatu yang dibenarkan oleh para ahli nutrisi saat ini. Tubuh memerlukan waktu sejenak untuk mencerna kurma dan mempersiapkan organ pencernaan bagi makanan besar yang akan masuk kemudian. Langsung makan besar saat waktu berbuka tiba dikatakan dapat merusak tubuh dalam jangka panjang.

Buah kurma dapat mengawali proses pencernaan sekaligus menyediakan energi yang anda butuhkan untuk mencerna makan besar setelahnya. Buah ini merupakan sumber dari banyak vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh seperti vitamin A, B, asam folat, kalium, zat besi, natrium alami, dan magnesium. Ini berarti dengan makan kurma setiap hari selama bulan Ramadhan sama saja artinya dengan mengkonsumsi multivitamin setiap hari, yang membuat tubuh menjadi lebih kuat dan sehat serta sangat cocok bagi orang yang berpuasa.

Kamis, 18 Juni 2015

Muslim di Islandia Berpuasa 22 Jam

reborneo.com - Bulan suci Ramadhan adalah bulan suci,bulan yang ditunggu - tunggu kedatangannya, karena di dalamnya terdapat rahmat dan ampunan serta dimanfaatkan untuk intropeksi dan memperbaharui spiritual bagi banyak umat Islam di seluruh dunia. Akan tetapi, beberapa memiliki proses yang lebih sulit dalam menjalankannya dibandingkan muslim yang lain. Lama berpuasa bervariatif,tergantung di mana Anda berada di dunia sekarang ini.

Emirates247 menulis, kali ini paling tidak umat Muslim di beberapa Negara akan menjalani puasa setidaknya selama 15 jam. Di sejumlah Negara arab, ada puasa yang lebih cepat 10 jam adapula yang mencapai 20 jam. Dari peta puasa yang dirilis Internasional Astronomi Center di Abu Dhabi, memperlihatkan rata-rata waktu puasa selama Ramadhan. Yang rencananya akan dimulai akhir Juni ternyata mencapai 15 jam di Negara di Uni Emirat Arab, Bahrain dan Kuwait. Sementara di Arab Saudi, dan Yaman mencapai sekitar 14 jam. Sedangkan Irak, Siria, dan sejumlah Negara sekitarnya durasi puasa mencapai 15-16 jam. Dan jika Anda melaksanakan puasa di Negara eropa, durasinya akan jauh lebih panjang lagi. Di Turki 17 jam, 18 jam di Italia, 19 jam di Perancis dan mencapai 20 jam di Jerman. Dari belahan dunia yang berlawanan di Chile puasa hanya berlangsung 10 jam.


Selain itu puasa terlama dirasakan Muslim yang berada di tempat-tempat seperti Islandia, di mana siang hari dijadwalkan berlangsung 22 jam, tentu saja menghadapi dilema bagaimana bisa tetap sehat dan bergizi sambil mengukuhkan iman mereka. Perbedaan waktu atau durasi puasa ini memang disebabkan oleh perputaran bumi dalam mengelilingi matahari. Dalam waktu tertentu, yaitu Maret - September, negara-negara di belahan bumi utara menerima cahaya matahari lebih lama dari yang di selatan. Sementara pada periode Oktober - Februari negara-negara di belahan selatan menerima cahaya matahari lebih lama dari yang di utara. Anda yang berada di Indonesia, cukup beruntung karena hanya membutuhkan waktu sekitar 13 jam. (rhi)

Rabu, 17 Juni 2015

Pengamatan Hilal oleh Tim Rukyat Hilal Kukar

reborneo.com - Tim rukyat hilal Kukar kemarin (16/6)sore melakukan pengamatan hilal yang dilaksanakan di Gunung Sentul, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong. Untuk menentukan 1 Ramadhan selain menggunakan metode perhitungan (hisab) juga disempurnakan dengan melihat hilal (rukyah).


Persiapan sudah di lakukan sejak pukul 17.00 Wita dengan mempersiapkan satu buah teleskop ke arah barat tepat di posisi matahari terbenam. Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua Tim Hisab Rukyat Hilal Kukar, Ariadi F, SAg. sejumlah staf Kementrian Agama, tokoh agama dan masyarakat.



Dalam pengamatannya Tim rukyat hilal Kukar tidak mampu melihat posisi hilal setelah pandangan terhalang awan tebal, Ariadi menerangkan “Tim hisab rukyatul hilal hari ini tidak bisa melihat posisi hilal karena posisinya sudah berawan, mendung, Melalui metode aplikasi hisab rukyat, kondisi ketinggian hilal berada pada -2 derajat 45 menit 10 detik, atau diperkirakan muncul pada pukul 21.54 menit. Dengan kata lain, Insya Allah 1 Ramadan 1436 H jatuh pada hari Kamis, tanggal 18 Juni 2015, sehingga bulan Sa’ban jadi genap menjadi 30 hari, namun masih menunggu keputusan dari Menteri Agama dalam sidang Isbat di Jakarta”. (rhi)

Selasa, 05 Mei 2015

Penetapan 1 Ramadhan oleh Muhammadiyah




reborneo.com - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Kamis 18 Juni 2015. Penetapan berdasarkan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1436 Hijriyah. Penetapan tersebut tertuang melalui situs resmi Muhammadiyah, muhammadiyah.or.id PP Muhammadiyah merilis maklumat bernomor 01/ MLM/I.0 E/2015. Dalam maklumat yang ditandatangani oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Sekretaris Umum Muhammadiyah Agung Danarto, pada Selasa (28/4/2015), diumumkan beberapa poin sebagai berikut,

1 Ramadhan 1436 H jatuh pada Kamis Pon, tanggal 18 Juni 2015.

1 Syawal 1436 H jatuh pada Jumat Pahing, tanggal 17 Juli 2015.

1 Dzulhijah 1436 H jatuh pada Senen Legi, tanggal 14 September 2015.

Hari Arafah (9 Dzulhijah 1436 H) jatuh pada Selasa Wage, tanggal 22 September 2015.

Idul Adha (10 Dzulhijah) jatuh pada Rabu Kliwon, tanggal 23 September 2015.

Sesuai hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarijh dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ijtimak jelang Ramadhan 1436 hijriyah terjadi pada Selasa Legi, 16 Juni 2015 pada pukul 21.07 WIB.

Adapun ijtimak jelang Syawal 1436 Hijriyah terjadi pada Kamis Legi 16 Juli 2015 pada pukul 03.26 WIB. Sementara Ijtimak jelang Zulhijah 1436 hijriyah terjadi pada Ahad Kliwon 13 September 2015 pada pukul 13.43 WIB. Berdasarkan hasil hisab tersebut maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan, tanggal 1 Ramadan 1436 Hijriyah jatuh pada hari Kamis Pon 18 Juni 2015.

Sementara 1 Syawal 1436 Hijriyah jatuh pada Hari Jumat Pahing 17 Juli 2015. Dan 1 Zulhijah 1436 Hijriyah jatuh pada Senin Legi 14 September 2015. Adapun 9 Zulhijah jatuh pada Selasa Wage 22 September 2015. Dan Iduk Adha jatuh pada Rabu 23 September 2015.


Dengan penetapan bahwa hari pertama puasa jatuh pada 18 Juni, dan 1 Syawal jatuh pada 17 Juli 2015, Muhammadiyah memastikan Ramadhan 1436 H akan berlangsung selama 29 hari.

Dengan dikeluarkannya maklumat tersebut, Muhammadiyah berharap dapat menjadi pedoman bagi warganya dalam mempersiapkan diri menjelang Ramadhan 1436 H.

Sumber : www.muhammadiyah.or.id

Sabtu, 25 April 2015

Haul Abah Guru Sekumpul Ke - 10

reborneo.com - Tanggal 7 Rajab 1436 H atau bertepatan dengan tanggal 27 April 2015, akan diadakan Haul Akbar seorang Tokoh Ulama Kharismatik dari Kalimantan Selatan, yang biasa dikenal dengan Abah Guru Sekumpul. Acara yang diadakan di Komplek Ar-Raudah pada Minggu malam ini akan menjadi magnet tersendiri oleh para masyarakat sekitar dan luar kota untuk menghadiri acara tersebut.



Abah Guru Sekumpul memiliki nama lengkap KH. Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani dengan gelar Syaikhuna al-Alim al-Allamah al-Arif billaah al-Bahr al-Ulum al-Waliy al-Qutb As-Syaikh al-Mukarram Maulana Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari yang merupakan adalah keturunan ke-8 dari ulama besar pada kerajaan Banjar, Syekh Muhammad Arsyad Bin Abdullah Al - Banjari.



Diperkirakan akan datang ribuan jamaah dari dalam dan luar kota yang akan mengikuti acara tersebut, lebih banyak dari tahun - tahun sebelumnya. Hal ini diliat pada H-3 dimana para jamaah sudah mulai berdatangan dari luar kota, dan berziarah. Kepadatan juga mulai terasa saat mendekati sholat shubuh dan setelah sholat isya.(rhi)


Rabu, 01 Januari 2014

Zikir Akbar Sambut Tahun Baru


Pemkab. Kutai kartanegara bekerja sama dengan Pengurus Masjid Agung Sulaiman Kembali menggelar Zikir Akbar dan Muhasabah dengan menghadirkan K.H. Muhammad Arifin Ilham, Pimpinan Majelis Az Zikra Jakarta yang bertempat di Masjid Agung Sulaiman Tenggarong, Jam 20.00tepatnya hari Sabtu (28/12) Dalam Menyambut Tahun 2013


Zikir Akbar yang dipenuhi oleh sebagian Masyarakat Tenggarong dan sekitarnya berlangsung Tertib hikmat dimana K.H. Muhammad Arifin Ilham memimpin Acara tersebut. Para Jamaah terlihat Khusyuk dan Bersemangat ketika Berzikir Mengucapkan Istighfar dan Asma Allah SWT. Terlihat sebagian Jamaah menangis memohon Ampun kepada Allah. Acara Yang Berlangsung lebih dari dua Jam Tersebut pun terasa singkat, setelah berzikir K.H Muhammad Arifin Ilham Memberikan Tausiyah mengenai merayakan Tahun Baru 2014 dengan cara Islam. “Sebagai Orang Islam hendaknya kita tidak merayakan dengan cara hura – hura, Maksiat dimana mana, dan lain sebagainya sebab itu bukan ajaran Islam. semakin bertambahnya tahun maka semakin dekat kita kepada kematian, hendaknya kita jangan membuang – buang waktu dengan sisa umur kita, karena kita tidak tahu kapan, dimana dan bagaimana kita meninggal” ujar K.H. Muhammad Arifin Ilham. Di akhir Ceramah ditutup dengan Doa dan rencananya besok shubuh(29/12) akan dilanjutkan dengan Sholat Shubuh Berjamaah dan Kuliah Shubuh. (rhie)